Fakultas Psikologi UNTAG Surabaya Mengadakan Workshop Counselling For Counselor

Minggu, 30 Oktober 2016 - 11:39:52 WIB
Dibaca: 69 kali

Fakultas Psikologi UNTAG Surabaya mengadakan workshop Counselling For Counselor pembicara Dr. IGAA. Noviekayati, M.Si, Psikolog dan  Dra. Tatik Meiyuntariningsih, M.Kes,Psikolog diruang I207 gedung Pasca Sarjana UNTAG Surabaya(22/10/2016).

Dra. Tatik Meiyuntariningsih, M.Kes,Psikolog pembicara mengatakan fokus utama konselor pada tahap pertengahan yakni membantu klien agar mampu melihat masalah dan potensi yang dimiliki dalam rangka menyelesaikan masalah. Tindakan konselor pada tahap pertengahan proses dengan menuntun klien mengenali dan memahami frame of reference dalam melihat masalah, mendorong klien melihat masalah dari perspektif yang berbeda (challenging). Cara ini menstimulasi klien melihat kembali cara yang selama ini dipakai dalam melihat suatu persoalan dan meminta klien mengevaluasi cara tersebut untuk diganti dengan cara yang bisa diterima.

Keterampilan dasar konselor pada tahap akhir dengan sikap mendengarkan dan sikap memfasilitasi perubahan. Fokus utama konselor pada tahap akhir proses lebih menekankan pada tawaran strategi penyelesaian. Tindakan konselor pada tahap akhir proses (1) penetapan tujuan : diinginkan oleh klien, disesuaikan dengan kondisi klien, sifatnya dapat diobservasi dan di nilai, (2)membuat perencanaan dan mengambil tindakan (3) mengevaluasi dan menetapkan perubahan.

“ Tahap akhir / terminasi pertama konselor bersama klien membuat kesimpulan mengenai hasil konseling, menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan berdasarkan kesepakatan yang telah terbangun dari proses konseling, mengevaluasi jalannya proses dan hasil konseling, membuat perjanjian untuk pertemuan berikutnya serta mengakhiri konseling harus atas persetujuan klien,” jelas Dra. Tatik.

Adapun Microskill dalam konseling atau teknik konseling yang lazim digunakan dalam tahap-tahap konseling dan merupakan teknik dasar konseling yang harus dikuasai oleh konselor, perilaku attending disebut juga perilaku menghampiri klien. Hal ini mencakup komponen kontak mata, bahasa tubuh dan bahasa lisan. Perilaku attending yang baik dapat menimbulkan hal positif seperti meningkatkan harga diri klien menciptakan suasana yang aman dan mempermudah ekspresi perasaan klien secara bebas.

Komentar